Sebenarnya ini re-post dari portal lain…

semoga banyak dari kita yang bisa mengambil hikmah dan dapat anugrah dari Allah…

Motivasi gw mah simpel aja, gw nggak mau rumah gw di bakar karena nggk sholat di Masjid di awal waktu.

Sumber: http://www.pernikmuslim.com/kewajiban-sholat-berjamaah-di-masjid-a-48.html

 

Oleh: Cyber Muslim

Banyak dari kalangan umat Islam saat ini yang meremehkan shalat berjamaah. Sebagian diantara mereka tidak mengetahui hukum-hukum Sholat Berjama’ah karena memang kurangnya sumber Ilmu yang terpercaya dan sebagian lagi karena tidak pernah peduli dengan ajaran Islam itu sendiri.

Pada kesempatan kali ini, marilah kita yang belum mengetahui perkara ini dengan sebab apapun untuk menundukkan hati kita, untuk mempelajari Syariat Islam dengan baik dan benar serta diamalkan sekuat daya upaya yang kita miliki.

Tulisan ini berusaha menjelaskan mengenai hukum-hukum tentang wajibnya shalat berjama’ah, karena sekali lagi kita ingatkan diri kita bahwa sebenarnya masalah ini adalah masalah yang teramat penting sebagaimana masalah-masalah lainnya yang terdapat dalam web site ini. Wallahu A’lam

Alloh Subhanallohu wa Ta’ala banyak menyebut kata “shalat” dalam Al Qur’anul Karim. Ini menandakan begitu penting perkara ini. Alloh Subhanallohu wa Ta’ala berfirman, yang artinya: “Dirikanlah shalat, tunaikanlah zakat dan rukuklah beserta orang-orang yang rukuk.”(QS. Al Baqarah: 43)

Ayat mulia ini merupakan nash tentang kewajiban shalat berjamaah. Dan dalam surat An- Nisa’ Alloh Subhanallohu wa Ta’ala berfirman yang artinya: “Dan apabila kamu berada ditengah-tengah mereka (sahabatmu) lalu kamu hendak mendirikan shalat bersama-sama mereka, maka hendaklah segolongan dari mereka berdiri (shalat) besertamu dan menyandang senjata, kemu-dian apabila mereka (yang shalat besertamu) su-jud (telah menyempurnakan serekat), maka hen-daklah mereka dari belakangmu (untuk meng-hadapi musuh) dan hendaklah datang golongan kedua yang belum shalat, lalu bershalatlah me-reka denganmu , dan hendaklah mereka bersiap siaga dan menyandang senjata…” (QS. An Nisa’: 102)

Pada ayat diatas Alloh Subhanallohu wa Ta’ala mewajibkan shalat berjamaah bagi kaum muslimin dalam keadaan perang. Bagaimana bila dalam keadaan damai ?!. Telah disebutkan diatas bahwa “..dan hendaklah datang segolongan kedua yang belum shalat, lalu bershalatlah bersamamu…”. Ini adalah dalil bahwa shalat berjamaah adalah fardhu ‘ain, bukan fardu kifayah, ataupun sunnah. Jika hukumnya fardhu kifayah, pastilah gugur kewajiban berjamaah bagi kelompok kedua karena penunaian kelompok pertama. Dan jika hukumnya adalah sunnah, pastilah alasan yang paling utama adalah karena takut.

Dan dalam Shahih Muslim dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu berkata: “Seorang laki-laki buta datang kepada Nabi dan berkata: “Wahai Rasulullah, aku tidak mempunyai pe-nuntun yang akan menuntunku ke Masjid. ” Ma-ka dia minta keringanan untuk shalat dirumah, maka diberi keringanan. Lalu ia pergi, Beliau memanggilnya seraya berkata: “Apakah kamu mendengar adzan? Ya, jawabnya. Nabi berkata:”Kalau begitu penuhilah (hadirilah)!” (HR. Muslim)

Didalam hadits ini Rasululloh shallallahu ‘alaihi wassallam tidak memberikan keringanan kepada Abdullah bin Ummi Maktum radhiyallahu ‘anhu untuk shalat dirumahnya (tidak berjamaah) kendati ada alasan, diantaranya:

Keadaan beliau buta.
Tidak adanya penuntun ke Masjid.
Jauh rumahnya dari Masjid.
Adanya pohon-pohon kurma dan lain-lain yang ada diantara rumah beliau dan Masjid.
Adanya binatang buas di Madinah.
Tua umurnya dan telah lemah tulang-tulang-nya.

Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu meriwayatkan bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wassallam telah bersabda, yang artinya: “Aku berniat memerintahkan kaum muslimin untuk mendirikan shalat. Maka aku perintahkan seorang untuk menjadi imam dan shalat bersama. Kemudian aku berangkat dengan kaum muslimin yang membawa seikat kayu bakar menuju orang-orang yang tidak mau ikut shalat berjamaah, dan aku bakar rumah-rumah mereka.” (HR. Bukhari & Muslim)

Hadits diatas telah menjelaskan bahwa tekad Rasululloh shallallahu ‘alaihi wassallam untuk membakar rumah-rumah disebabkan mereka tidak keluar untuk shalat berjamaah di masjid. Dan masih banyak lagi hadits yang menerangkan peringatan keras Rasulullah terhadap orang-orang yang tidak hadir ke masjid untuk berjamaah bukan semata-mata karena mereka meninggalkan shalat, bahkan mereka shalat di rumah-rumah mereka.

Ibnu Hajar berkata: “Hadits ini telah menerangkan bahwa shalat berjamaah adalah fardhu ‘ain, karena kalau shalat berjamaah itu hanya sunnah saja, Rasulullah tidak akan berbuat keras terhadap orang-orang yang meninggalkannya, dan kalau fardhu kifayah pastilah telah cukup dengan pekerjaan beliau dan yang bersama beliau.”

Abdullah bin Mas’ud radhiyallahu ‘anhu berkata: “Engkau telah melihat kami, tidak sese-orang yang meninggalkan shalat berjamaah, kecuali ia seorang munafik yang diketahui nifaknya atau seseorang yang sakit, bahkan seorang yang sakitpun berjalan (dengan dipapah) antara dua orang untuk mendatangi shalat (shalat berjamaah di masjid). “Beliau menegaskan : “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wassallam mengajarkan kita jalan-jalan hidayah, dan salah satu jalan hidayah itu adalah shalat di masjid (shalat yang diker-jakan di masjid).” (Shahih Muslim)

Ibnu Mas’ud juga mengatakan: “Barang siapa mau bertemu dengan Alloh Subhanallohu wa Ta’ala di hari akhir nanti dalam keadaan MUSLIM, maka hendaklah memelihara semua shalat yang diserukan-Nya. Alloh Subhanallohu wa Ta’ala telah menetapkan jalan-jalan hidayah kepada para Nabi dan shalat termasuk salah satu jalan hidayah. Jika kalian shalat dirumah maka kalian telah meninggalkan sunnah Nabi kalian, dan kalian akan sesat. Setiap Lelaki yang bersuci dengan baik, kemudian menuju masjid, maka Alloh Subhanallohu wa Ta’ala menulis setiap langkahnya satu kebaikan, mengangkatnya satu derajat, dan menghapus satu kejahatannya. Engkau telah melihat dikalangan kami, tidak pernah ada yang meninggalkan shalat (berjamaah), kecuali orang munafik yang sudah nyata nifaknya. Pernah ada seorang lelaki hadir dengan dituntun antara dua orang untuk didirikan shaf.”

Ibnu Mas’ud, Abdullah bin Abbas dan Abu Musa Al-Asy’ari radhiyallahu ‘anhuma berkata: “Barangsiapa yang mendengar adzan kemudian dia tidak mendatanginya tanpa udzur, maka tidak ada shalat baginya.”

Amirul Mukminin Ali bin Abi Thalib radhiyallahu ‘anhum berkata: “Tidak ada tetangga masjid kecuali shalat di masjid.” Ketika ditanyakan kepada beliau: “Siapa tetangga masjid ?” Beliau menjawab: “Siapa saja yang mendengar panggilan adzan.” Kemudian kata beliau: “Barangsiapa mendengar panggilan adzan dan dia tidak mendatanginya maka tidak ada shalat baginya, kecuali dia mempunyai udzur.

Meningggalkan shalat berjamaah merupakan salah satu penyebab untuk meninggalkan shalat sama sekali. Dan perlu diketahui bahwa meninggalkan shalat adalah kekufuran, dan ke-luar dari islam. Ini berdasar pada sabda Nabi, yang artinya: “Batas antara seseorang dengan kekufuran dan syirik adalah meninggalkan shalat.” (HR. Muslim). “Janji yang membatasi antara kita dan orang-orang kafir adalah shalat. Barang siapa meninggalkannya, maka ia kafir.”

Setiap muslim wajib memelihara shalat pada waktunya, mengerjakan shalat sesuai dengan yang disyariatkan Alloh Subhanallohu wa Ta’ala, dan mengerjakan secara berjamaah di rumah-rumah Alloh Subhanallohu wa Ta’ala. Setiap muslim wajib taat kepada Alloh Subhanallohu wa Ta’ala dan Rasul-Nya, serta takut akan murka dan siksa Alloh Subhanallohu wa Ta’ala.

Tidak bisa dipungkiri shalat berjamaah mempunyai beberapa hikmah serta kemaslahatan. Hikmah yang tampak adalah:
Akan timbul diantara sesama muslim akan sa-ling mengenal dan saling membantu dalam kebaikan, ketaqwaan, dan saling berwasiat de-ngan kebenaran dan kesabaran.
Saling memberi dorongan kepada orang lain yang meninggalkannya, dan memberi penga-jaran kepada yang tidak tahu.
Menumbuhkan rasa tidak suka/membenci kemunafikan.
Memperlihatkan syiar-syiar Alloh Subhanallohu wa Ta’ala ditengah-tengah hamba-Nya.
Sarana dakwah lewat kata-kata dan perbuatan.

Hadits mengenai wajibnya shalat berjamaah dan kewajiban melaksanakannya di rumah Alloh Subhanallohu wa Ta’ala sangat banyak Oleh karena itu setiap muslim wajib memperhatikan, dan bersegera melaksanakannya. Juga wajib memberitahukan hal ini kepada anak-anaknya, keluarga, tetangga, dan seluruh teman-teman seaqidah agar mereka melaksanakan perintah Alloh Subhanallohu wa Ta’ala dan Rasul-Nya dan agar mereka takut terhadap larangan Alloh Subhanallohu wa Ta’ala dan Rasul-Nya dan agar mereka menjauhkan diri dari sifat-sifat orang munafik yang tercela, diantaranya malas mengerjakan shalat

(Sumber Rujukan: Ahammiyatus Shalatil Jamaah, Syarah Muslim oleh Imam Nawawi, Tafsir lbnu Katsir)

Perfilman tanah air yang kental dengan nuansa keislaman tidak begitu banyak diminati oleh masyarakat terutama para kaula muda yang lebih menggandrungi cerita-cerita horor yang cenderung mempertontonkan aurat. Hal ini saya saksikan sendiri ketika ingin menyaksikan film Dalam Mihrab Cinta di salah satu bioskop di wilayah BSD, ternyata kursi di teater film horor indonesia hampir penuh, berbeda sekali dengan teater film islami yang masih lengang, sepi peminat.

Memilih menyaksikan Dalam Mihrab cinta, dengan harapan banyak hal positif yang dapat dijadikan ibrah (hikmah) dan atmosfer qur’ani untuk memenuhi ruang hati. Dalam openingnya, film ini sungguh dalam melukai hati saya. Istri saya yang selama enam tahun mengenyam pendidikan di pesantren memang tidak menjadikannya manusia yang tidak pernah khilaf. Tetapi menurutnya pesantren bukanlah tempat yang menghalalkan main hakim sendiri. Bukan tempat yang sarat dengan kekerasan. Bukan tempat yang dipimpin oleh orang-orang yang pendek akalnya, seperti digambarkan dalam film tersebut. Seharusnya tidak yang seperti demikian itu pesantren dicitrakan. Masya Allah!!!

Maliiinggg….!!!!Pencuriii……!!!!! Itu menjadi awal dari film tersebut. Menunjukkan bagaimana para petugas keamanan di pesantren mencoba menangkap oknum yang di anggap sebagai pencuri di lingkungan pondok mereka. Penangkapan orang yang di tuduhkan menjadi penjahat dan proses menghakimi sendiri sepertinya tidak pernah ada yang terjadi di lingkungan pesantren yang sebenarnya. Saya sih bilangnya ini Lebaayy banget… Efek negatifnya, masyarakat bisa saja beranggapan bahwa lingkungan pesantren itu nggak bagus. Nggak ada proses penyelidikan terlebih dahulu terhadap tindak kejahatan. Main hakim sendiri.

Didasari rasa cemburu yang menyempitkan pikiran dan hati, Burhan tega memfitnah sahabatnya sendiri Syamsul Hadi. Bahkan Burhan pun berani bersumpah atas nama Tuhan saat memfitnahnya. Cobaan berat yang di alami oleh Syamsul Hadi itu memang terasa sangat berat di awalnya. Bahkan keluarga sendiri pun tidak mensupport dirinya. Hingga akhirnya dia pun terpaksa melakukan jalan pintas untuk bertahan hidup di tengah kerasnya perjuangan di ibukota sendirian. Mencopet.

Karena memang pada dasarnya seorang Syamsul Hadi ini adalah orang yang berakhlak baik, konflik batin dalam dirinya lah yang membuatnya bertobat melakukan kesalah tersebut. Dan saat itu pula lah Allah membukakan pintu rejeki yang hala baginya dengan menjadi pendakwah di lingkungan masyarakat, bahkan sampai ke layar kaca. CUKUP….!!! Saya nggak mau cerita terlalu mendetail tentang film ini, nanti malah nggak pada nonton, kasian produsernya, nanti malah nggak mau bikin film yang berbobot lagi. Beberapa point bisa saya dapatkan dari film yang di angkat dari Novel Habiburahman El Shirazy ini:

  1. Tidak semua santri di Pesantren memiliki akhlak yang baik, ini di tunjukkan oleh peran tokoh Burhan.
  2. Santri terbaik di sebuah pemondokan bisa berhasil menjadi seorang mubaligh yang di cintai masyarakat jika dia diberikan kesempatan, walaupun di tidak pernah menamatkan pendidikannya di Pesantren tersebut.
  3. Tekad juang yang tinggi dari seorang pencopet bisa membuat orang yang putus asa menjadi bersemangat menjalani kehidupannya, dan ia pun berhasil menjadi tokoh yang di cintai masyarakat.
  4. Allah maha mendengar dan Mengetahui dari apa yang terjadi terhadap diri kita. Laknat dan karunia dari Allah pasti tidak akan di berikan kepada orang yang salah.
  5. Semua orang pernah melakukan kekhilafan yang buruk di masa lalunya, tapi itu sebaiknya di jadikan catatan untuk selalu memperbaiki diri dan tidak mengulangi kesalahan yang telah berlalu.
  6. Kasih ibu tidak akan pernah henti terhadap anak yang di cintainya, walaupun telah terpisah sekian lama tanpa kabar.
  7. Jangan main hakim sendiri dan memutuskan suatu perkara hanya dari satu sudut pandang saja. Bisa jadi hasil akhir keputusan yang di ambil malah akan sangat merugikan orang yang sama sekali tidak bersalah. Lakukan proses tabayyun yang baik dan benar sesuai syariat.
  8. Asmirandah….kau cantik sekali dengan jilbabmu….

Barusan buka FB dan liat update status teman. Dan ngga lama kemudian dia posting notes agar kita semua bisa saling mengingatkan sesama. Semoga tulisan beliau bermanfaat untuk kita semua.

source: http://www.facebook.com/note.php?note_id=156590655944&ref=mf

Subhanallah…
Hari ini saya menerima email dari seorang rekan, dia menemukan bahwa jam kejadian gempa di SumBar yaitu 17:16 dan susulan pertama pukul 17:38 (sesuai catatan resmi badan meteorologi) jika dikorelasikan dengan surat dan ayat di Al Quran itu benar-benar seperti teguran buat kita. Coba baca arti kedua ayat tersebut di Al Quran terjemah.

Lebih menarik lagi, jika kita perhatikan dan renungkan surat 17 ini, mulai ayat 16 sampai dengan 38 secara utuh, maka disitu Allah menyampaikan nasihat agar kita menjalani kehidupan sesuai dengan tuntunanNya, Allah juga mengharapkan agar kita lebih fokus ke akhirat ketimbang dunia, dan Allah pun menyampaikan teguran kepada kita atas perbuatan/kejahatan yang sadar atau tidak kita lakukan dan itu sangat di benci oleh -Nya. Saya mencoba merenungi setiap ayat dan mengkorelasikan dengan konteks kekinian, dan masya Allah, semua kejahatan2 tersebut memang terjadi di negeri ini….

coba kita tengok satu per satu surat 17: 16 – 38

17:16 Allah berfirman: “Dan jika Kami hendak membinasakan suatu negeri, maka Kami perintahkan kepada orang yang hidup mewah di negeri itu (agar menaati Allah), tetapi bila mereka melakukan kedurhakaan di dalam (negeri) itu, maka sepantasnya berlakulah terhadapnya perkataan (hukuman Kami), kemudian Kami binasakan sama sekali (negeri itu)”, context: nyata sekali bahwa di Indonesia (khususnya) banyak orang yang hidup bermewah-mewahan ditengah penderitaan masyarakat secara umum, dan umumnya mereka durhaka kepada Allah atau lalai dari perintah2-Nya, maka pantaslah jika Allah menegur mereka (baca: kita)

17:17 Allah memberi perumpamaan kaum Nabi Nuh yang mengalami nasib serupa

17:18 Disini Allah mengatakan, bagi siapa saja yang (hanya) menghendaki kehidupan dunia maka akan Allah sediakan baginya kenikmatan dunia, tapi Akhirat akan luput dan akan disediakan baginya neraka jahannam, context: banyak orang yang disibukkan dengan urusan dunia dan melupakan urusan akhiratnya, buwanyak sekali… mungkin kita termasuk :( (

17:19 yang menghendaki kehidupan akhirat dan bersungguh-sungguh dan dia beriman maka Allah akan membalas usahanya itu (tentunya dengan kebaikan pula)

17:20 Allah memberikan kemurahanNya kepada dua golongan tersebut di atas (yang fokus dunia saja, dan yang lebih fokus akhirat), kesimpulannya, jika cuma fokus ke dunia maka akhirat lepas, tapi jika fokus ke akhirat maka dunia pasti dapat…

17:21 Kembali Allah menekankan bahwa akhirat lebih utama

17:22 Allah mengingatkan agar kita tidak berbuat syirik kepadaNya, tidak mengadakan Tuhan tandingan karena akan membuat kita tercela dan hina, context; ini sudah tidak perlu dibahas lagi, bangsa ini melakukan syirik dengan meninggalkan syariat Allah, mengadakan hukum tandingan selain hukum Allah, mengganti kedaulatan Allah dengan kedaulatan rakyat — dengan istilahnya demokrasi yang diusung gembong kafir Amrik dan yahudi sang pengikut millah dajjal sejati

17:23 Allah mengingatkan agar kita berbuat baik kepada orang tua dan tidak berkata kasar kepada mereka. context: ini banyaklah kasusnya, anak yang tidak hormat sama orang tua, menyepelekan mereka, menginjak2 kehormatan mereka, sangat banyak kasus yg kita jumpai di tengah2 kita

17:24 Perintah Allah agar kita selalu mendoakan kedua orang tua kita. context: berapa banyak diantara kita yang konsisten menyisipkan doa “Robbighfirlanaa, waaliwaalidiinaa, warhamhum, kamaa robbawnaa shigooroo” atau “Robbighfirly, waliwalidayya, warhamhumaa kamaa robbayaanii shoghiiro (bagi yg masih single) — di setiap doa kita??, karena banyak yang lupa makanya Allah ingatkan kembali…

17:25 Allah mengetahui apa yang ada dalam hati kita, Dia Mengetahui hamba-hambaNya yang bertaubat, context: banyak yg melakukan tobat tapi tobat cabe rawit, pas bulan romadhon aja taubat, habis itu mulai lagi kemaksiatan, maka Allah mengetahui apakah taubat kita benar2 niat dari hati kita…

17:26 Disini perintah Allah agar kita memenuhi hak-hak orang terdekat kita, orang yg miskin yang dekat dengan kita, dan tidak menghamburkan harta secara berlebihan (boros), context; perilaku boros negeri ini sudah tidak perlu dipertanyakan lagi baik yang individu maupun yang kolektif, lihat saja di hari yang sama ketika gempa terjadi, di pusat negeri (jakarta) sedang dilakukan pelantikan legislatif yang mengeluarkan dana 50 milyar, sementara rakyat masih tertekan dengan kenaikan harga (pasca lebaran) yang sepertinya enggan turun lagi, ditambah kenaikan transportasi karena biaya tol naik, dlsb, jelas sekali tidak ada pemenuhan hak-hak orang miskin di negeri kita

17:27 Allah mengatakan boros itu temannya Syetan yang sangat ingkar

17:28 Di ayat ini Allah memerintahkan kita untuk berkata lemah lembut kepada orang-orang terdekat kita dan orang2 miskin (refer ke ayat 26) jika memang kita belum bisa memenuhi hak mereka, context: mungkin jarang terjadi, orang kaya memaki-maki orang miskin, orang yang membutuhkan, tapi menindas mereka dengan UU/perda itu jelas ada, bahkan MUI memfatwakan haram memberi sedekah gelandangan di jalan, entah ini bisa dikaitkan atau tidak saya hanya melihat context saja

17:29 Perintah Allah agar kita tidak berbuat ghuluww, keterlaluan pelitnya, atau keterlaluan borosnya,

17:30 Allah menekankan bahwa Dia lah sang pemberi Rizki yang punya hak prerogatif menambah, mengurangi atau menghentikan rizki hambaNya

17:31 Larangan membunuh anak karena takut tidak mampu mencukupi rizkinya, karena Allah akan menjamin rizki mereka. context; program KB versi pemerintah?? begitu banyak diantara kita membatasi jumlah anak hanya karena takut tidak bisa menyekolahkannya? banyak pula tindakan aborsi di negeri ini

17:32 Larangan Allah agar kita tidak mendekati Zina — context; Subhanallah, ini benar2 contextual, anda pasti mengikuti issue bahwa Miyabi atau Maria Ozawa akan didatangkan ke negeri ini untuk membintangi sebuah sinetron, tahukah anda siapa dia, ya, dia adalah bintang Porno ternama dari jepang, saya tidak menyarankan anda search nama tersebut di google karena yang muncul pastinya adalah link situs2 porno, ini jelas2 perbuatan mendekati zina!!! Belum lagi kasus majalah playboy, dlsb

17:33 Larangan Allah untuk membunuh orang lain tanpa sebab yang syar-i, dan Allah juga menjelaskan ada hak dari keluarga terbunuh untuk menuntut si pembunuh. context; ini sudah jelas banyak terjadi di negeri kita, dan hukum yang berlaku jelas pula bukan hukum dari Allah sehingga kadang pembunuh bisa terlepas begitu saja dari jeratan hukum, pemboman yang mengatasnamakan teroris spt kasus mariott, itu tidak bisa dibenarkan dari tinjauan apapun

17:34 Perintah Allah agar kita tidak menyalahgunakan harta anak yatim, dan kita juga diperintahkan menjaga mereka hingga dewasa, selain itu juga perintah untuk menunaikan janji. context: banyak kasus orang memanfaatkan harta anak yatim untuk dirinya, yayasan fiktif yg mencari dana a/n anak yatim, dslb, perintah menunaikan janji — banyak aleg yang waktu kampanye menyampaikan janji-janji manisnya, hendaknya agar dipenuhi sebagaimana firman Allah di ayat ini

17:35 Perintah Allah agar kita menyempurnakan timbangan kita dalam berdagang, dan tidak berbuat curang. Context: ayat ini menekankan kepada kita agar kita jujur dan adil dalam berdagang, di sistem ekomomi liberalis, kapitalis yang di anut di negeri kita, tidak ada kejujuran dan keadilan kecuali hanya untuk kalangan pemodal, yang ada hanya kecurangan-kecurangan, dan untuk lima tahun kedepan ini akan di Lanjutkan!!!

17:36 Larangan Allah agar kita tidak mengikuti sesuatu yang kita tidak ketahui, yang kita tidak mafhum. context: ini banyaklah, orang ikut2an trend spt Valentine, april MOP, hanya sebatas ikut2an, parahnya sudah diberitahu masih ngeyel!!!

17:37 Larangan Allah agar kita tidak berlaku sombong di bumi ini, setinggi apapun jabatan, tidak ada artinya bagi Allah, jika bumi adalah debu di hamparan luas alam semesta, maka manusia adalah partikel kecil yang tidak berarti apa-apa, apakah yang hendak kita sombongkan???

17:38 Allah menutup Teguran dengan mengatakan bahwa perbuatan2 tadi (mulai ayat 22 – 37) adalah kejahatan yang sangat di benciNya…..

Subhanallah, jelas sekali ayat-ayat yang Engkau sampaikan ya Allah, meskipun kami melalaikannya Engkau telah mengingatkan kami ya Allah, berikan kemampuan kepada kami untuk memperbaiki diri kami, terutama bangsa negeri ini ya Allah, dan jangan engkau timpakan kepada kami sesuatu yang kami tidak mampu menanggungnya ya Allah….

Aamiin…

Mudah-mudahan kita bisa selalu menangkap hikmah dibalik musibah…

Tambahan:

Gempa di Tasik terjadi jam 14:52

((Al Qur’an) ini adalah penjelasan yang cukup bagi manusia, dan supaya mereka diberi peringatan dengan dia, dan supaya mereka mengetahui bahwasanya Dia adalah Tuhan Yang Maha Esa dan agar orang-orang yang berakal mengambil pelajaran)
dan gempa di Kerinci-Jambi terjadi jam 8:52 
((Keadaan mereka) serupa dengan keadaan Firaun dan pengikut-pengikutnya serta orang-orang yang sebelumnya. Mereka mengingkari ayat-ayat Allah, maka Allah menyiksa mereka disebabkan dosa-dosanya. Sesungguhnya Allah Maha Kuat lagi Amat Keras siksaan-Nya.)

Terimakasih Yaa Allah…
Terimakasih atas seluruh nikmat, rahmat dan hidayah yang telah Kau berikan padaku.
Terimakasih atas segala kemudahan yang telah Kau berikan dalam hidupku.
Terimakasih atas semua pelajaran hidup yang telah Kau berikan untuk mendewasakanku.
Terimakasih atas semua ujian dan cobaan yang telah Kau berikan agar aku dapat “lulus”, walaupun hasilnya tidak selalu memuaskan.

Yaa Allah…Yaa Rabb…Yang Maha Pengasih & Maha Penyayang…Yang Maha Mengampuni…
Maafkanlah aku atas segala khilafku.
Maafkanlah atas semua kesalahan yang sengaja kulakukan dihadapan-Mu.
Ampunilah seluruh dosa yang telah kulakukan.
Bantulah aku agar aku tidak mengulangi kembali kesalahanku yang telah lalu.

Masa Laluku…
Kalian telah menjadi pelajaran yang sangat berarti dalam hidupku.
Kalian telah menempa diriku sehingga aku dapat berdiri dengan tegar hari ini untuk menghadapi masa depanku.
Kalian telah membantuku mendewasakan diriku.
Kalian telah menunjukkan bahwa hidup ini sangatlah singkat dan waktu berjalan begitu cepat.

Masa Kiniku…
Bantulah aku untuk benar-benar dapat fokus pada kekinian.
Bantulah aku agar aku semakin siap menghadapi segala macam tantangan di Masa Depanku.
Bantulah aku agar semuanya menjadi semakin mudah.
Bantulah aku dengan ijin Allah SWT.

Masa Depanku…
Datanglah dengan membawa kepastian bagiku.
Datanglah dengan membawa kemudahan dan kebahagiaan bagiku.
Datanglah padaku disaat yang tepat dan cara yang terbaik nan indah menurut Allah SWT…Tuhan pencipta alam semesta.

Keluargaku…
Terimakasih atas semua dukungannya selama ini.
Terimakasih atas seluruh waktu yang telah dikorbankan untuk menopang hidupku, sejak aku kecil hingga saat ini.
Maafkan semua kesalahanku selama ini.
Aku sama sekali tidak ada maksud untuk mengecewakan kalian.
Kekhilafan yang kulakukan semata-mata karena egoku yang masih labil di usiaku ini.

Sahabat & teman-temanku…
Terimakasih telah berbagi suka dan duka bersamaku.
Terimakasih atas semua saran dan nasihat yang telah kalian berikan untukku.
Maafkan semua kesalahanku selama ini.
Apalagi jika ada (walaupun sedikit) ketersinggungan selama kita berinteraksi.
Tetaplah melangkah bersama disampingku agar kita dapat selalu saling mengingatkan dalam kebaikan.
Semakin hari semakin kusadari bahwa jumlah kalian tidak akan pernah cukup untukku, sebanyak apapun jumlahnya.
Kalian semua sangat berarti bagiku.

Yaa Allah…Yaa Tuhanku…
Bimbinglah aku agar aku dapat benar-benar menjadi hambamu yang sholeh.
Bimbinglah aku agar aku dapat menjadi ummat Rasul-Mu yang berguna bagi agama-Mu.
Bimbinglah aku agar aku dapat menjalankan semua perintah-Mu dan melengkapinya dengan menjalankan sunnah dari Rasul-Mu.
Ampuni seluruh dosa-dosa ku, kedua orang tuaku, keluargaku, sahabat dan teman-temanku serta ummat Rasulmu yang lain.
Bimbinglah kami untuk selalu mendekatkan diri kami kepada-Mu. Karena hanya kepada-Mu lah kami berserah diri.

Terimakasih Yaa Allah…
Terimakasih Yaa Rabb…
Ampuni aku Yaa Allah…
Ampuni aku Yaa Rabb…

 

 

Pertanyaaan di atas kadang-kadang selalu teruak kembali disaat mau buat kartu kredit. Si “uang plastik” ini memang memiliki daya tarik yang sangat tinggi buat banyak orang. Banyak yang benar-benar merasakan manfaat dan malahan ada yang sebaliknya malah terjerat dengan tagihan bulanannya.

Entah sudah berapa kali banyaknya sales kartu kredit yang menawarkan berbagai kemudahan yang didapatkan kalau aku apply kartu kredit dari mereka, bahkan ada yang sampai mengiba untuk nutup target nasabah kartu kreditnya. Tapi sampai sekarang pun aku masih ngga buat juga…hahahaha…. :p

Satu hal yang aku tahu pasti adalah, kalau kita sudah buat 1 kartu kredit, provider yang lain pasti akan rajin telpon untuk menawarkan kartu kredit mereka juga. Dan itu adalah telepon yang cukup menganggu. Tapi mau marah juga gimana? Toh emang itu adalah tugas mereka. Mereka emang dibayar untuk itu.

Aku pernah ingin daftar ke sebuah tempat kebugaran, salah satu persyaratan mereka adalah fotokopi kartu kredit. Hah…? apa ngga ada cara lain yah selain itu..? Tapi aku teringat pernah secara ngga sengaja bikin kartu kredit dan TIDAK pernah diaktifkan sampai masa aktif kartu kredit tersebut hangus. Dengan sedikit trik, mbak-mbak sales tempat tadi berhasil membantu pendaftaran aku ke tempat kebugaran tersebut.

Wah….jadi terpikir nih. bermanfaat juga sih sebenarnya kartu kredit tersebut. Coba, diantara kalian semua mana ada yang bisa menggunakan kartu kredit hangus untuk proses registrasi. Kalaupun bisa….hhhmm….resikonya mayan juga yah…hahahaha…..

Dan ternyata persyaratan fotokopi kartu kredit itu juga berlaku untuk aplikasi hal lain. Misal kalau mau apply nomor perdana yang pasca-bayar. Ngga ada fotokopi kartu kredit, cara yang lain ada sih… Tapi ribet juga tuch… :p

Pernah dengan nama Warren Buffet…? Dia itu orang terkaya no#1 di dunia tahun 2008 dan no#2 di tahun 2009 (11-Mar-2009). Mbah Google bilang bahwa Warren Buffet pernah memberikan saran untuk generasi muda supaya menjauhkan diri dari pinjaman bank dan kartu kredit, serta berinvestasi dengan segala apa yang sudah dimiliki. Artinya katakan tidak pada kartu kredit… Ya khan..?

Hei, tapi apa iya bisa hidup dimasa kini tanpa kartu kredit? Untuk beberapa aplikasi yang memang benar-benar kita butuhkan, syaratnya adalah kartu kredit. Hal tersebut sih wajar, karena si penyedia jasa tersebut pasti ingin jaminan bahwa anggota barunya tidak akan mangkir untuk bayar biaya rutin bulanan.

Dan tetap saja, hingga saat ini aku masih ngga mau bikin kartu kredit. Kalau bisa debit, yah pakai kartu debit aja. Kalo ngga bisa, ya sudah…Dan untuk para pengguna kartu kredit, gunakanlah dengan bijak. Jangan sampai gajian untuk bayar kartu kredit dan membiayai hidup dari kartu kredit.

hhhmmm…apply kartu kredit BCA oke juga kali yah…:p (godaannya berat banget nih…hehehehe…..)

image image imageimage

Negeriku tercinta tanggal 9 April 2009 mengadakan pesta demokrasi lagi untuk yang kesekian kalinya. Entah apa yang terpikirkan oleh semua rakyat di negeriku, apakah mereka senang atau tidak. Yang pasti ada yang dengan sangat antusias menyalurkan aspirasinya, ada yang skeptis, apatis bahkan ada yang sama sekali tidak peduli. Menurut saya, hal tersebut wajar-wajar saja terjadi. Toh memang beberapa Partai dan Caleg tersebut hanya mendekati konstituennya untuk sekedar beraudiensi menjelang masa kampanye saja. Setelah masa kampanye, entahlah dimana mereka berada.

Dalam hati, saya sempat bertanya-tanya sendiri. Kenapa sih Indonesia menganut sistem demokrasi yang multipartai seperti saat ini? Apa gunanya banyak partai yang ada? Memangnya partai yang sudah besar dan benar-benar exist ngga bisa lagi menyalurkan aspirasi masyarakat? Apa sistem dalam internal partai mereka emang udah cukup bobrok sehingga banyak yang berubah haluan dan bikin partai baru? Kalo emang bobrok, kenapa ngga di-”reform” aja sistem partainya? Cetaklah kader partai yang berkualitas sehingga partai-nya bisa maju dan dipercaya kembali oleh masyarakat. Apa hanya karena adanya perbedaan ideologis segelintir orang dalam internal partai tersebut dapat menghalalkan beberapa orang pindah partai dan mengajak rekan-rekannya untuk bergabung di partai baru? Apa ada juga yang dilandasi karena tidak dapat “jatah” kursi di partai tersebut? Emangnya itu menunjukkan kedewasaan berpolitik yang sehat?

Apakah para elit politik tersebut emang bener-bener memperhatikan aspirasi konstituennya? Bukankah dengan banyak partai tersebut makin banyak rakyat yang dibingungkan? Saya berani bertaruh, dari 44 partai yang mengikuti Pemilu Legislatif 2009 ini, ngga banyak jumlah masyarakat yang dapat menyebutkan nama partai lebih dari 10. Nggak banyak pula yang dapat menyebutkan nama partai baru lebih dari 5. Apalagi dengan jumlah calon DPD yang se-abrek-abrek. Di DAPIL saya aja ada 69 Caleg DPD, padahal yang diterima Senayan cuma 4 aja (CMIIW). Kenapa begitu? Karena ngga semua orang benar-benar peduli terhadap perkembangan politik. Lah mikirin pekerjaan sehari-hari dan menyambung hidup aja udah capek…Apakah hal itu benar-benar terpikirkan oleh para elit politik yang berjuang mengatas-namakan rakyat? Rakyat yang mana yang kau perjuangkan pak/bu?

Apalagi dengan cara pencontrengan yang dilakukan saat ini. Kertas suara yang segede gaban itu hanya dicontreng sekali aja. Hanya ditoreh tinta yang ngga lebih dari 10cm. Betapa besarnya pemborosan yang terjadi. Belum lagi dengan waktu penghitungan suara yang merepotkan. Ditemui pula di beberapa TPS, panitia pelaksananya seperti kurang paham dengan metode penghitungannya. Orang yang contreng partai dan caleg dihitung dua suara, 1 suara partai dan 1 suara caleg. Emangnya panitia itu ngga diberikan pelatihan yah? :p

Kenapa di negeri ini ngga mencoba benar-benar membatasi jumlah partai? Seperti halnya Amerika. Negara adidaya yang mengaku-ngaku sangat demokratis, hanya memiliki dua partai saja, Demokrat dan Republik, diatur oleh Undang-Undang pula. Sehingga pertarungan yang terjadi untuk merebut hati rakyat juga tidak terlalu sulit. Di tahun 1999, jumlah partai yang bertarung ada 48. Saya senang dengan tahun 2004 yang jumlahnya hanya 24 partai aja. Itu artinya sudah menyusut 50%. Lah tapi kenapa 2009 ini bengkak lagi yah jadi 44? Ada partai lokal pula. Terkesan pembuat undang-undang ngga konsisten mempertahankan UU yang mereka buat.

Besar sekali harapan saya jumlah partai yang bertarung di 2014 nanti jumlahnya ngga lebih dari 20 partai saja. Semoga sistem electoral treshold benar-benar diaplikasikan dan tata-cara pembentukan partai baru dibuat sedemikian sulit biar ngga banyak lagi jumlah partai yang muncul. Very sorry to say, mungkin ada baiknya cara rezim orde baru yang memaksakan beberapa partai melebur sehingga jumlah partai berkurang dijalankan lagi.

Nanti di bulan Juli 2009, kita akan melakukan Pemilu Presiden/Wapres. Semoga aja jumlah pasangan Capres/Cawapres ngga lebih dari 3. Dan dapat dilakukan hanya dalam 1 kali putaran saja, ngga perlu sampe ke putaran kedua. Biar dana negara yang dipergunakan untuk pengadaan pemilu ngga keluar jauh lebih banyak lagi. Sayang duitnya, mending dipake untuk benerin sekolah negri yang mulai roboh aja. Dipake buat benerin fasilitas publik seperti jalan raya yang bolong-bolong.

Semoga apapun hasil penghitungan suara yang dilakukan oleh KPU dapat diterima oleh semua pihak walaupun ditemui banyak kekurangan disana-sini. Majulah Indonesia. Majulah negeriku. Dewasalah berpolitik. Jayalah Indonesia. Aku bangga menjadi warga negara Indonesia. Walaupun kadang suka malu dengan sikap beberapa pejabat publik di negeri ini.

nb: ternyata jargon PERUBAHAN/CHANGE yang dijual oleh Obama di AS dan ditiru oleh beberapa Caleg/Partai di Indonesia ngga laku di jual untuk saat ini. Yang laku adalah “Lanjutkan Pembangunan”

I used to had a plan for my life, I mean it just not an ordinary
plan. It was a big plan for my life, an extraordinary one. Some says
that if you have a good plan, it is better to review it every week for
that plan and make the strategy for the timing. Aarrgghhh… it was so
bad when your plan just bash away right ? When in some area it runs
well accordingly, but the main one is stopped, what would you do? Do
you think it would be easy to re-create your plan after it gone right
away?

Perhaps what we can do is just like creating a puzzle. What you can
do is re-arrange it in a different way from another point of view. Even
when you already finished it, it won’t be the same. Absolutely won’t be
the same as before. But it prove that you are a little bit stronger
when you already pass it.

Preparing your plan could be like make a prediction for the future.
If you know what will happened, you could say “aarrgghh… I wish I don’t know yet..”
And if you could turn back time, you won’t be as great as you are right now.
So…, just leave the past as a memory and make sure you do the best for your future, as you always be..

The beginning of our life is not our plan.
And the end of our life is not our decision.
But it already clear for all of us that our job is make the time
between the beginning and the end as a beautiful journey of life.

Sometimes when we want to have something, we set it in our mind that
we must get it and made the plan to achieve that. But if  our plan are
not runs well even we already do our best (do your best ‘aint never
enough), perhaps it is not our destiny to make it happened. Sometimes
we really need what we want, but God surely will give us what we need.

So, which one am I right now? Am I plans to fail? or fail to plan?

*Compiled from my friend and my thought

(bad english yak…? hehehe…)

“Dan tidaklah aku ciptakan jin dan manusia untuk beribadah kepada-Ku” (QS. Adz-Dzariyat : 56)

Dunia teknologi selalu dikembangkan oleh ummat manusia dari waktu ke waktu. Sehingga berbagai pola fikir dan tatanan hidup tradisional sedikit demi sedikit bergeser menjadi apa yang dinamakan modern. Tapi apakah itu yang namanya modern?

Kalau orang dinyatakan menderita suatu penyakit, solusinya bisa ada dua macam. Secara medis atau secara magis-mistis.
Pola pikir orang jaman sekarang pasti sudah banyak yang mempercayai mengobati penyakit secara medis. Karena masuk akal, logis, dan realistis.

Tapi terlepas itu semua, ada saja sebagian masyarakat mempercayai untuk tetap menjalani pengobatan secara magis. Memang susah diikuti dengan akal dan nalar sehat, tapi hasil dari pengobatan itu terbukti dengan jelas. Orang yang tadinya sakit parah dan divonis dokter akan meninggal dalam beberapa hari kedepan, begitu menjalani pengobatan magis (bisa pula dikatakan pengobatan tradisional), harapan hidupnya malah semakin meningkat. Dokter pun terheran-heran akan hasilnya.

Manusia hidup di dunia ini tidak sendirian. Ada makhluk lain yang hidup bersamanya. dialah Jin. Jin yang jahat bisa disebut sebagai setan. Begitu pula dengan manusia yang jahat…bisa dinamakan setan juga kan…??? :p

Penyakit yang diderita manusia bisa saja berasal dari ketidak-seimbangan atau ketidak-harmonisan dari dalam dirinya atau dengan alam disekitarnya. Jadi wajar saja ada orang yang membuka praktek pengobatan alternatif yang terkesan mistis.

Tapi harap diingat, jangan sampai semua hal di atas membuat mata hati kita semua menjadi buta dan tak karuan. Jangan sampai malah bisa membuat manusia menyekutukan Allah yang selama ini disembahnya.

Harap di ingat bahwa salah satu rukun iman dalam Islam adalah percaya pada hal yang ghoib…

Jadi, pada jaman yang realistis-modern ini, jangan menutup mata dengan adanya hal-hal yang sifatnya tradisional-mistis di sekitar kita.

hai semuanya….

Ini adalah pertama kalinya aku bener-bener ngetest bikin blog di web… :p
padahal bikin acountnya udah dari tahun 2007. Entah kenapa yang tadinya punya niatan bikin blog jadi terlupakan begitu saja hingga belakangan ini.

Entah mungkin karena tambahan load kerjaan dari bos di kantor dan aktifitas kuliahku yang saat itu memang belum selesai juga… (haiyah…nyari2 alasan aja nih… hehehe….)

Beberapa bulan belakangan ini kondisi kejiwaanku rada jumpalitan karena mengalami komplikasi masalah yang mengakibatkan performa kerja di kantor sempat menurun. Namun, Alhamdulillah rekan kerjaku di kantor, keluarga dan teman-teman yang lain  sangat supportif sehingga keadaanku sedikit-demi-sedikit mulai membaik walaupun ngga sepenuhnya seperti dulu… yah, kalau diibaratkan seperti paku yang ditancapkan ke kayu dan kemudian paku tersebut dicabut, kondisi kayu pasti tidak akan sama seperti sebelumnya kan… :p

Kenapa sekarang bisa nge-blog? Sekarang bisa karena dipaksaain pengen nulis aja… karena dari dulu sering banget terlintas beberapa hal yang ingin ku tulis, tapi karena males akhirnya jadi ngga ketulis deh… nyesel khan…

Jadi kerjaan di kantor sudah berkurang yah?Ngga tuch… malah nambah…jadi mesti pinter2 ngatur waktu buat nulis…(bahasanya diperhalus dari curi-curi waktu di jam kantor…. wakawawkakw)

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.